Translate

Monday, March 9, 2015

Sibuk.. sibuuuk..



Untuk apa kau daki gunung tertinggi,
Kau sebrangi lautan samudera
Kau peluh berjalan
Kau letih berlari
Hingga habis segala yang kau punya
Dan kau lupa, kepada siapa kau kan kembali
-rumaisha nur ulya
Bismillah..

Sibuk.. sibuuuk..
Amanah bertebaran dimana-mana. Kuliah ada tugas yang harus dikelarin segera. Kerjaan rumah atau kos juga ngga boleh dilalaikan. Amalan yaumiyyah, wuss bukan lagi bahan pertanyaan. Pokok e semua berjalan mulus tanpa ngabisin fulus.. *eh

Subhanallah ya.. buat mereka yang benar-benar bisa membagi waktu dan menerapkan skala prioritasnya dengan ajib.. keren betul.. bener-bener udah khatam fiqh prioritas kayaknya :D
Siapa sih yang ndak mau begitu ? emang kita bisa ? eits.. siapa bilang kita ngga bisa ? pasti bisa.. tinggal mau belajar apa engga nih.. :D

Ya begitulah seharusnya pribadi seorang muslim. Ia bisa membagi waktunya dengan bijak. Ia meninggalkan apa yang sekiranya tidak bermanfaat baginya, dan menyibukkan dirinya dengan sesuatu yang berguna untuknya di dunia dan akhirat. Setiap muslim wajib hukumnya untuk bisa adil dalam mengatur waktu, untuk bisa tawazun dalam menghadapi hiruk pikuk kehidupan di dunia, dan menjadikan kesibukannya di dunia ini sebagai tiket pengantar ke syurga-Nya.. *tsaah

Nah, menjadi sangat jelas bukan bahwasannya manusia memiliki tanggung jawab yang besar terhadap waktu yang diberikan-Nya didunia. Ini ngga main-main lo.. karena apa yang kita lakukan didunia saat ini besar pengaruhnya terhadap nasib kita diakhirat nanti. Oleh sebab itu Allah berfirman dalam QS. Al-Ashr yang artinya :

1.       Demi masa
2.       Sesungguhnya manusia kerugian
3.       Kecuali orang-orang beriman yang beramal shalih, saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasehati untuk kesabaran.

Jadi sebenernya simple banget caranya buat kita kalo ngga mau menjadi seorang manusia yang merugi. Sangat jelas bahwasannya dengan menjadi orang beriman yang beramal shalih saling menasehati sesama dalam kebenarahn dan kesabaran. Memang dalam praktiknya itu ngga gampang ya, tapi kalau kita ngga mau mencoba mah sama aja.. ya ngga ?
Disebutkan pula dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda :

”Tidak bergeser kaki kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga ditanya tentang empat perkara, tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana dia amalkan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan dan tentang tubuhnya bagaimana dia memanfaatkanya.” (HR. at-Tirmidzi, dan menurut beliau derajatnya hasan shahih)

So, intinya.. bukan karena kita sudah baik.. tapi Allah ingin kita menjadi lebih baik.. makanya Allah saat ini masih memberikan kesempatan buat kita mencari bekal sebanyak-banyak nya sebelum nantinya kita dipanggil dihadapan-Nya untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kita perbuat didunia. Apa gunanya sibuk di sana sini tapi kita ngga mendapatkan apa yang sebenernya kita butuhkan. Bukan lagi sekedar apa yang kita inginkan, tapi kita butuhkan.. karena apa yang kita inginkan boleh jadi buruk bagi kita, pun sebaliknya.

Nah habiskan energi kita, waktu kita, harta dan jiwa kita untuk melakukan sesuatu yang bisa mengantarkan kita menjadi yang dicinta-Nya, menjadi ummat baginda Rasulullah SAW yang akan dikumpulkan lagi di syurga-Nya.. tetap semangat untuk berubah!

Ada quotes nih : “hati yang tidak pernah ikhlas mengakui kesalahan, tidak akan pernah terbuka untuk sebuah perubahan”- rumaisha nur ulya


happy chaging for a better akhirah ^o^9

Monday, March 2, 2015

He Lies Because Of Me


Itulah gambaran kecil dari perjuangan seorang ayah untuk putra-putri nya..
Ya, gambaran kecil.. tentu perjuangan ayah kita yang sesungguhnya lebih besar dari itu..
Meski beban yang tertahan dipundaknya begitu berat,
Terkadang melangkah tertatih, sekali dua kali, bahkan berkali-kali harus terjatuh..
Seringkali memasang topeng dan berpura-pura seakan, 'semuanya baik-baik saja nak.."
Perjuangan besarnya demi memberi sesuap nasi,
Keringatnya yang tak lagi terhitung tetesannya..
Rela ia korbankan demi kita, hanya untuk kita..
Anak-anaknya yang seringkali berdusta kepadanya,
Mengecewakannya dengan perbuatan kita..
Tapi cinta dan kasihnya tak pernah terhenti mengalir disetiap do'anya kepada kita..

Ayah.. terima kasih telah membesarkanku hingga saat ini,
Tak ada yang bisa kulakukan untuk membalas semua yang tlah kau perjuangkan demi diriku..
Sebait do'a untukmu..
Semoga Allah memberi balasan terbaik bagimu..
Dan aku dikumpulkan lagi denganmu, di syurga-Nya..
Sebagai putrimu :')


Thursday, February 26, 2015

Drrrttt...

Drrrttt... ponsel bergetar pertanda ada sms masuk. Nyess rasanya begitu membaca isi dari sms tersebut. DAFTAR KMM_***_..... :’)
Alhamdulillah.. ada yang daftar lagi.. batinku dalam hati.
Selanjutnya si adik mengajak tatap muka untuk melakukan sesi wawancara. Dengan segera kujawab dan kuiyakan untuk janji bertemu. Tempat ditentukan mendadak begitu kami bertemu.

Yap sesi wawancara dimulai.. si adik kupinta membaca beberapa ayat Al-qur’an sebagai salah satu penilaian. Usai itu kubuka pertemuan kami, dengan lafadz basmallah selanjutnya perkenalan diri.
Satu dua pertanyaan terjawab dengan lancar.. Tiga empat si adik tak terlihat kesulitan menjawab deret pertanyaan, diselingi tawa dan canda renyah kami. Alhamdulillah si adik terlihat begitu nyaman bercerita banyak tentang dirinya. Aku pun juga melakukan yang sama. Semoga apa yang disampaikan dari hati akan sampai juga ke hati..

Dari percakapan panjang kami seputar pertanyaan yang harus dijawab si adik, banyak sedikit kami keluar dari topik pembicaraan. Dari si adik banyak pembelajaran baru yang ku dapat. Antara lain cerita darinya yang membuatku termenung, dan jujur. Sedih.
Meski hal ini sudah biasa kami dengar, tapi tetap saja ada rasa tidak terima saat seseorang atau banyak orang menilai salah akan keluarga ini.
“KMM itu gini... KMM itu gitu...blablabla.. “

Dari cerita si adik, semula ia yakin ingin bergabung dalam keluarga ini namun begitu mendengar penilaian dari teman-temannya tentang keluarga ini ia mulai mengurungkan niatnya.
Tapi salut karena akhirnya ia dengan bangga dan penuh keberanian bergabung dalam keluarga ini. Pembelajaran yang lain adalah, kenalilah sebelum menilai. Ini menjadi penting dilakukan karena kita tidak bisa memandang atau menilai sesuatu tanpa kita mengenalinya terlebih dahulu. Termasuk terpancing dengan penilaian orang lain yang belum tentu benar. Simplenya, kalau kita tidak suka diperlakukan seperti itu maka janganlah kita melakukannya kepada orang lain..Justru melalui orang-orang yang tidak menyukai kita ini, dari merekalah kita bisa tau apa kesalahan dan kekurangan kita yang tak terbaca sebelumnya.

Ada orang yang mencintai kita pastilah ada pula orang yang tidak suka dan membenci diri kita. Namun justru dari orang yang membenci kita, kita bisa berkaca dan melakukan perbaikan. Justru mereka yang membenci kita adalah yang sebenar-benarnya mencintai kita. Kita hanya perlu berprasangka baik kepada mereka, semoga hidayah Allah sampai padanya.. :)
Cukuplah penilaian Allah saja yang kita perlu khawatirkan.. karena hanya Dia yang tak pernah luput menakar segala sesuatu :)

Cinta. dan semakin cinta.
Keluarga Muslim Al-Mushtofa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta


#latepost
#emakkeeplearning

Sunday, February 15, 2015

Anugerah yang Terindah

Ngga sengaja nemu lagu ini ditengah tumpukan folder di komputer. Termenung, iya…
Berulang kali lagu bermain di playlist. Bersama lantunan nan syahdu dan harmoni dari pengiring music acapella yang memenuhi ruang kamar..
Jadi inget jaman dulu..
Inget kita dulu.. di jaman 'cupu' kita.. dimasa pencarian siapakah diriku sesungguhnya :’)
Kalo kamu ?

AnyTa/Anugerah yang Terindah
by Fatih (nasyid acapella)

Sayupan angin sang malam membawa diriku
Mengingatkanku pada diri-Mu
Akupun mulai berkhayal
Apabila semua, berawal dan berakhir bahagia
Sungguh indahnya bila semuanya berjalan tanpa ada duka
Tapi semuanya pasti ada problema yang terjadi pada diri kita

Anugrah yang terindah yang kini kuanggap
Adalah saat diriku mulai berubah
Anugerah yang terindah yang kini kuanggap
Adalah saat diriku mulai sebuah hidup yang baru

Dimana aku berdiri saat ini aku sadar
Aku hanya manusia sekecil ini
Yang tak punya nyali sama sekali
:’)

Melodi manis yang seliweran masuk telinga, disertai pilihan kata yang ngena banget dihati. Banyak pembelajaran yang bisa diambil dari setiap baitnya.

Siapa sih yang ngga pengen punya hidup yang serba mulus nan lancar? Apa yang diinginkan bisa dengan mudahnya didapatkan, tinggal tunjuk langsung ada :D *subhanallah yaa..

But, pembelajaran hidup bukanlah disana tempatnya. Bagai seorang bayi yang mulai berjalan. Atau ulat yang hendak menjadi kupu-kupu nan cantik. Semua dilalui dengan perjuangan bukan ? toh disaat apa yang kita inginkan mudah kita dapatkan, justru disanalah kita harus lebih waspada dan hati-hati. Karena biasanya  kita terlena dengan kenyamanan yang ada. Then what happen ? Kita terlupa bahwa itu semua berfisat fana dan sementara…

Bayi sebelum bisa berjalan tentu merangkak dulu. Itu proses alamiah yang dilalui seorang bayi. Setelah merangkak dan tulang kakinya semakin kuat ia akan mencoba berdiri. Awal mula ngga bisa berdiri tegak, harus nyari pegangan dulu. Jatuh, nangis. Itu hal biasa. Satu dua kali jatuh, mungkin berpuluh-puluh kali itu tidak membuatnya berhenti mencoba untuk bisa berjalan. Sama hal nya dengan proses panjang yang harus dilalui seekor ulat bulu yang kalo kita lihat bikin merinding (itu sih ulya :D). Yang awal penampilannya tidak secantik akhir metamorfosanya. Butuh waktu berminggu-minggu bagi si ulat sabar menunggu didalam kepompong nan gelap demi menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan menawan.

Itulah hidup.. bukan dari kemudahan yang kita rasakan nilai kehidupan itu bisa kita peroleh.. justru karena pahitnya perjuangan, besarnya pengorbanan yang harus dilakukan, dengan itulah kita akan lebih bisa menghargai apa yang kita punyai, termasuk setiap nafas yang dihembuskan-Nya untuk kita hingga saat ini :)

Setiap manusia pasti juga mengalami metamorfosa. Masa dimana kita bagaikan roda yang berputar. Kita berjuang keras untuk bias mencapai bagian atas roda. Tapi saat kita berada di posisi atas roda, jangan kita lupa bahwa selalu ada kemungkinan kita berada di bagian bawah roda. Siklus alami manusia. Ada juga yang maksain tetap berada di posisi atas roda. Alhasil, roda jadi ngga jalan kan..

Seringkali disaat kita berada diposisi atas roda, kita menjadi enggan untuk menengok ke bagian bawah roda. Padahal akan ada masanya mereka yang berada di posisi bawah roda menggantikan posisi kita diatas roda.
Itulah mengapa.. kita tidak berhak untuk memiliki rasa ‘sombong’. Hindarilah, sekecil apapun jangan sampai ada celah dihatimu untuknya singgah.

Siapa sih kita, berani-berani nya merasa sombong, padahal yang kita punya.. segala hal yang kita punya ini.. iya semuanya.. hanyalah pemberian dari Allah.. titipan-nya yang suatu hari nanti akan diambil dan kita pertanggung jawabkan dihadapan-Nya. Dihari dimana tidak ada dusta. Setiap anggota tubuh kita bersaksi atas apa yang telah kita lakukan. Di hari dimana tidak ada kesalahan sekecil ‘zarrah’ pun yang luput dari perhitungan-Nya.

Allah sudah menuliskan takdir terbaik untuk kita. Tugas kita ya menjemputnya dengan usaha terbaik yang bisa kita lakukan. Tentunya dengan niat yang baik, cara yang baik dan insya Allah kita akan menjemput hasil yang baik pula..
Hargai proses yang berlangsung dalam diri kita, baik ataupun buruk jadikanlah sebagai sebuah pembelajaran. Syukuri dan jalani setiap fasenya dengan keikhlasan demi menggapai ridho-Nya..
Iya, Ridho-Nya Allah saja :)

Karena hidup ini fana dan sementara, jangan terlena dan bersiap siagalah! ^^9


                                 

Wednesday, February 4, 2015

puss puuusss...


Puss.. puss..
Dulu sih ngga terlalu suka sama hewan yang satu ini. Ngga takut, ngga juga anti. Ya, biasa aja.. but now.. i’ve got much lesson from this animal. Hewan ini ternyata merupakan salah satu hewan kesayangan Rasulullah SAW.
Iyakah ? check this out.

Ini kisah Rasulullah SAW dulu bersama sang kucing kesayangannya. NABI Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, ditemuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali. Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan. Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).
Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan Kucing
Fakta Ilmiah 1 : Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia. Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 : Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:
– Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
– Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
– Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
– Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
– Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.
– Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar Para Dokter Peneliti :
- Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing.
– Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
– Dr. Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, – Manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia.
– Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme.
– Kucing tidak suka air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll)
– Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air.
– Tujuannya agar bakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Fakta Ilmiah 3 : Dan hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang telah di lakukan di laboratorium hewan, ditemukan bahwa badan kucing bersih secara keseluruhan. Ia lebih bersih daripada manusia.

Fakta Ilmiah Tambahan : Zaman dahulu kucing dipakai untuk terapi. Dengkuran kucing yang 50Hz baik buat kesehatan selain itu mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.
Kereeeen! :D

Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (H.R At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.
Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.
Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing.” (H.R AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Hadis ini diriwayatkan Malik, Ahmad, dan imam hadits yang lain. Oleh karena itu, kucing adalah binatang, yang badan, keringat, bekas dari sisa makanannya adalah suci, Liurnya bersih dan membersihkan, serta hidupnya lebih bersih daripada manusia. Mungkin ini pula-lah mengapa Rasulullah SAW sangat sayang kepada Muezza, Kucing kesayangannya. [fzl/islampos/berbagaisumber]

Nah itulah sepenggal kisah perjalanan Rasulullah SAW bersama kucing kesayangannya Mueeza. Membiarkannya tanpa makanan dan menyiksanya saja dijanjikan sebagai penghuni neraka. Apalagi yang menyiksa dan membunuhnya ya ? kalau kata ummi, manusia beradab itu bisa dilihat dari seberapa baik perlakuannya terhadap hewan. Kalau saja dengan hewan begitu baik perlakuannya bagaimana dengan sesama manusia ?

Yuk.. kita sayangi semua ciptaan Allah.. yang bernyawa maupun benda mati. Flora dan fauna. Yang kita suka ataupun kita takuti.. sungguh tak ada hal yang sia-sia Allah ciptakan di dunia ini kaan..
Jika kita tak suka dengan  suatu hal karena suatu alasan. Maka carilah satu alasan saja untuk kita bisa mencintainya, ya lagi-lagi.. jadikan saja Allah sebagai satu-satunya alasan.. :)


in memmoriam our beloved cats (kimpul, ollet, cimot, cimit, and the noname twins cats)
hope Allah will met us again someday and somewhere :')

Friday, January 30, 2015

Cinta Kerja Harmoni

 


Saat lelah, tanpa arah
Kembalilah, Jangan pernah menyerah
Tetap tegar, janganlah pudar
Asa harus dikejar, biarkan dia berpijar

Meraih semua mimpi
Cinta, kerja, harmoni
Tetap tegar berdiri
Bangkitlah dan berlari

Jika ada cahaya sambutlah dengan cinta
Hapus jejak derita tetap keras bekerja
Sampai mentari pagi menemukan harmoni

Thursday, January 29, 2015

Man Jadda Wa Jada ^0^9

Saat kita telah mengusahakan yang terbaik dari diri kita, seringkali rasa khawatir menghantui kita. Apakah akan bisa memperoleh hasil terbaik ? Man Jadda Wa Jada, meeeen..
Barangsiapa bersungguh-sungguh niscaya akan berhasil..

Bahasan ini cocok banget nih. Apalagi buat kamu yang lagi galau mantengin SIAKAD buat nunggu nilai A nonggol di kolom dari DHS mu.. haha
Atau buat yang lagi galau nungguin sms adek-adeknya buat daftar oprec KMM (ini sih gue :D) hehe..
Don’t be worry guys.. sungguh takdir Allah lebih indah, paling indah.. bagi hamba-Nya yang sudah berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya saja :)

Tangan Allah berkerja pada waktu dan cara yang jauh dari perkiraan manusia. Dia menuliskan skenario dari pemainnya sesuai dengan kehendakNya. Manusia terkadang terlalu sibuk mengkhawatirkan hasilnya, sehingga seringkali terlupa bahwa hasil yang baik tentu berasal dari proses yang baik pula. Segala cara dilakukan demi hasil terbaik. Lebih mengedepankan pandangan manusia terhadapnya, dan terlupa bahwa penghargaan Allah, pandangan Allah terhadap diri kita lebih mahal harganya.
Ah manusia.. na’udzubillahi min dzalik ya..

Memang terkadang apa yang telah kita usahakan yang menurut kita sudah maksimal dilakukan justru hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Udah mati-matian belajar, semalem habis 3 gelas kopi sampe ngga tidur segala.. eh, ulangan nilainya tetep pas-pasan. Nah, disanalah niat awal kita diuji. Sudahkah meniatkannya untuk Allah saja ? kalau sudah kenapa harus risau dengan hasilnya ? Bukankah itu hasil terbaik yang Allah ridhai ? hayo.. diluruskan lagi niatnya..

Pergeseran tanah, pergantian siang dan malam, turunnya air hujan meski mendung tak tampak. Ya semua itu berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Padahal menurut versi manusia kalo begini ya seharusnya begitu. Itu sih dikamus kita, kalo Allah mau apa aja bisa kejadian. Karena sifatnya akal manusia itu terbatas, dan ilmu Allah tiada batasnya. Ngga semua yang terjadi di dunia ini pantas kita pertanyakan. Ada hal yang cukup kita tahu saja. Terkadang banyak ingin tahu juga ndak baik dalam konteks ini. Ingat, akal kita terbatas, sedangkan ilmu Allah tiada batasnya.

Buat kamu-kamu (aku juga sih.. hehe) yang masih galau sama nilai yang bakal keluar di kolom DHS-mu. Atau buat saya yang masih setia menanti sms adek-adeknya buat daftar oprec.. Yuks.. menenangkan diri kita. Luruskan niat selagi kita masih berkesempatan meluruskannya. Kita pasrahkan hasilnya sama Dia. Dia, iya Dia :3

Yang terpenting adalah proses yang baik. Entah nanti hasilnya memuaskan atau sangat memuaskan yang penting kita udah usaha dengan usaha terbaik kita. Mencobalah untuk tidak peduli dengan pandangan dan penilaian manusia. Karena kita sama-sama manusia, sama-sama sedang berproses menuju kesempurnaan. Nah Hakim teradil kan hanya Allah saja.. karena perhitungannya tak pernah salah barang seberat biji zarrah sekalipun..
Ingat, usaha yang baik saat ini akan banyak berpengaruh terhadap masa depan yang Allah lukiskan untuk kita. Takdir kita juga bergantung dengan usaha kita saat ini. Ada hal-hal yang sudah menjadi ketetapan-Nya yang tidak bisa diubah atau diganggu gugat oleh siapapun, misalnya kapan, dimana dan dengan cara apa kita mati, siapa orang tua kita saat kita lahir, dan lain sebagainya. Tapi ada juga hal-hal yang sifatnya Allah sudah tetapkan tapi bisa berubah sesuai dengan usaha si manusia. Misalnya, kesuksesan kita di masa depan bergantung dengan usaha kita dan lain seterusnya.

Intinya mah, niatkan untuk Allah.. lakukan karena Allah.. dan pasrahkan kepada Allah :)
Man jadda wa jada, barang siapa bersungguh-sungguh niscaya akan berhasil..
Believe it, as simple as that guys ;)
Semangat menjemput barokah hari ini ^^9